Posted by: amfab | September 3, 2008

Memotivasi anak tidak dengan sebuah perbandingan

Salah satu kiat dalam menumbuhkan kembang anak tidak dilakukan dengan perbandingan anak sendiri dengan anak orang lain atau tetangga. Hal ini juga tidak dilakukan dengan dengan kemampuan anak dengan saudara kandungnya. Tidak sedikit orang tua yang terjebak dengan perbuatan membandingkan kemampuan anak sendiri dengan kemampuan yang dimiliki anak orang lain. Harapan atas ucapan yang dilakukan sungguhnya dimaksudkan agar anaknya menjadi termotivasi dan bersemangat dalam pelajarannya, hanya akan menimbulkan ” Sakit Hati ” serta mempengaruhi daya piker maupun semangatnya.

“Kamu ini kenapa sih Amir!! Masak anaknya tukang montir sepeda motor dapat berprestasi dan juara kelas di sekolahmu, tapi kamu malah tidak ada apa-apanya sama sekali !. kamu kan tau kalau Amir itu setiap harinya setelah pulang sekolah, selalu membantu ayahnya di bengkel. Dan kalau malamnya belajar aja tidak rajin-rajin amat kog! Hanya dengan lampu teplok dan bahkan belajrnya dilantai sambil tidur gitu. Kalau dibandingkan dengan kamu, belajar aja pake meja belajar yang mahal. Bahkan lampu yang dipakai aja tuh yang nyalanya terang benderang.Tapi apa sih yang kamu peroleh, coba ? Nilai ulanganmu aja sebagaian besar MERAH. Untung aja kamu masih bisa naik kelas dengan nilai yang pas-passan amat.” Sungguh sangat disesalkan jika ucapan tersebut diatas keluar dari mulat anda selaku orang tua.

Kamampuan anak tidak selamanya ditentukan dari berbagai fasilitas yang diberikan padanya. Kemampuan dan kepintaran seorang anak tidak juga dipengaruhi oleh kamampuan yang dimiliki oleh orang tua termasuk profesi orang tua sebagai seorang pejabat sekalipun. Seorang anak memiliki kemampuan dalam memahami suatu pelajaran yang diterimanya dengan baik, hingga dia dikatakan sebagai anak yang pandai/pintar maupun cerdas, tidak berhubungan dengan profesi orang tuanya sebagai tukang bengkel ataupun sebagai anak seorang pejabat sekalipun.

Sungguh tidsak beralasan dan tidak semestinya jika saudara selaku orang tua sering membanding-bandingkan anak anda dengan anak orang lain berdasarkan profesi orang tuanya maupun segala fasilitas yang dimilikinya atau diperolehnya.

Alangkah baiknya jika anda selaku orang tua membandingkan semangat dan motivasi belajar anak anda dengan memainkan logika ” Jika seorang anak yang memiliki fasilitas yang minim saja dapat berprestasi dengan baik, seharusnya anak anda yang telah anda fasilitasi dengan berbagai peralatan belajar, pasti akan dapat lebih berprestasi dibandingkan anak itu!!

Jika hal tersebut diatas terjadi pada anak anda, selaku orang tua anda jangan merasa jengkel karena prestasi yang dimiliki oleh anak anda yang tidak sesuai dengan harapan anda, maka jangan sekalipun membandingka anak anda dengan anak orang lain berdasarkan hal-hal yang tidak masuk akal atau tidak logis itu. Selain hal tersebut tidak menyebabkan anak anda bangkit semangat dan motivasinya untuk belajar, anak anda juga pasti akan merasa sangat sulit menggapai keberhasilan. Bisa-bisa malah akan akan menimbulkan perasaan GAGAL dan memberikan dampak terhadap KRISIS Kepercayaan diri pada anak anda.

Tanpa disadari sebenarnya, anak anda merasa dirinya tak ubahnya seperti ” Produk Gagal “, karena dengan fasilitas yang memadai dan serba lengkap, namun prestasi belajarnya tidak bagus-bagus amat, malah JEBLOK jika dibandingkan dengan temannya yang hanya berbekal fasilitas serba terbatas tapi mendulang prestasi yang LUAR BIASA.

Secara tidak langsung, sebenarnya anda telah menanamkan pemikiran yang negative terhadap persaingan yang tidak wajar tersebut. Anad seperti memperlihatkan kepadanya bahwa “Fasilitas dan kemampuan anda selaku orang tua yang seorang pejabat adalah sebagai factor penentu sebuah PERSAINGAN”!!

Motivasi anak yang demikian harus segera dibangkitkan dengan dukungan dan semangat belajar tanpa embel-embel Fasilitas yang dikaitkan atau dibandingkan dengan orang lain ( Dirinya dalah Dia sendiri). Bangkitkan motivasi dan semangat belajarnya untuk dirinya sendiri. Biarkan persaingan dilakukan atas namanya sendiri dengan mengatasnamakan kemampuan yang dimilikinya secara utuh.

Tanamkan rasa solidaritas anda selaku orang tua kepada anak orang lain yang tidak mampu, dengan membantu memfasilitasi anak yang kurang mampu. Dengan demikian contoh yang baik kepada anak anda dan akan memberikan motivasi yang tinggi dalam belajar serta menamamkan betapa pentingnya membantu kepada sesamanya. Sekali lagi ” Jangan Membuat perbandingan diantara anak anda karena akan mematahkan semangat dan kreativitas serta motivasi dalam belajarnya”.

Posted by: amfab | April 12, 2008

Membangun TIM ke 2 (Sukses Barometer TIM)

Sekumpulan orang yang tergabung dalam kelompok dapat dikatakan,……ya sebuah TIM. Tentunya dalam sebuah tim memiliki kebutuhan yang sangat diperlukan, selain uang tentunya. Kebutuhan yang dimaksud adalah adanya Komunikasi yang tentunya effektif, Mampu dalam menyelesaikan suatu konflik yang terjadi sesama anggota tim, Memberikan respon terhadap apa yang didengar secara baik dan tentunya dalam tim sangat diperlukan MOTIVASI yang brilian alias…aktif dan kreatif tanpa harus menunggu perintah gitu lho…!

Berdasarkan 4 kriteria dalam membangun tim diatas, ada satu hal yang tentunya memiliki kedudukan yang berarti dalam menunjang kinerja tim yaitu KEIHKLASAN berkarya demi kepentingan tim.

Dalam membangun suatu komunikasi yang efektif adalah terbentuknya pemahaman diantara sesama anggota tim. Selain itu pula semua orang yang di dalam tim juga mampu memberikan penafsiran yang tepat dan tidak mengandung unsur pemikiran negatif. Pada kenyataannya tidak semudah yang dipikirkan tentunya. Kecenderungan yang terjadi adalah bahwa yang selalu kita mengaitkan sesuatu dengan kenyataan yang bakal terjadi….ya boleh dibilang, mungkin kita sakti….atau paranormal. Tapi,ketika situasi yang terjadi lain,….em kita selalu mengatakan yah kebetulan aja he he. ini yang disebut komunikasi yang kliru.

To be Continued

Posted by: amfab | April 3, 2008

Mind Mapping Dengan Topik “SURAT”

Membuat mind map untuk menulis surat
* Langkah pertama membuat mind map untuk menulis sepucuk surat adalah membuat gambar ditengah-tengah halaman. Setelah itu buatlah garis-garis cabang dari gambar pusat itu untuk menuliskan semua gagasan utamanya.
* Kepada siapa surat itu ditujukan ? Kamu harus memulai surat itu dengan salam pembuka yang tepat dan mengakhirinya dengan baik. Kamu bisa menggunakan mind map untu menentukan apakah suratmu harus formal, untuk sesorang yang tidak kamu kenal, atau informal untuk teman dan kerabat. Pilih salah satu cabang untuk menentukan salam pembuka dan penutup yang paling cocok.
*Apakah tujuan suratmu? Dengan katalain, mengapa kamu menulisnya? Gunakan cabang lainnya untuk menyatakan tujuanmu. Hal ini akan sangat memudahkanmu menulis paragraf pertama, atau pengantar suratmu.
* Apakah tujuan suratmu?Dengan katalain, mengapa kamu menulisnya?Gunakan cabang lainnya untuk menyatakan tujuanmu. Hal ini akan sangat memudahkanmu menulis paragraf pertama atau pengantar suratmu.
* Sekarang garaplah isi utama suratmu, diantara pengantar dan penutup. Bila kamu sedang merencanakan isi surat, akan sangat membantu bila kamu memikirkan peta periksa yaitu Apa?, Dimana?, Kapan?, Siapa?, Mengapa. Contohnya apa yang kamu minta? Dimana tempatnya? Mengapa?
Tentukan sebuah cabang untuk menggarap isi suratmu dan tambahkan cabang berikut dari cabang ini bila kamu memikirkan keterangan yang lebih mendetail lagi. Penutup surat harus merangkum semua yang sudah kamu tulis dan mengingatkan tujuan curatmu. Kamu bisa menggunakan cabang utama yang berasal dari gambar pusatuntuk menggarap penutup suratmu. Lakukan hal ini diurutan terakhir, dengan demikian kamu bisa melihat semua yang telah terpeta di Mind Map dan merangkumnya.

Sebagai referensi ataupun contoh mapping materi perkuliahan silahkan klik disini.

Posted by: amfab | February 29, 2008

Jadwal

Perkuliahan semester genap 2007/2008 teknik elektro D3 dan S1 dapat lihat disini

Posted by: amfab | February 11, 2008

Keiklasan Membangun komitmen Team

DOCK8

Kadang kita merasa bahwa apa yang kita lakukan tentunya paling benar dan sanggup dalam melakukan segala hal serta masuk akal. Kemampuan individu tentunya memiliki kekuatan yang amat dasyat, jika dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Tapi bagaimana kalau kita berada disuatu organisasi atau institusi apa sajalah, apakah kemampuan yang kita memiliki sejalan dengan kebersamaan??? ya jawab aja sendiri………sory lagi pusing mandek dulu ya !!!!

Mungkin yang ada dalam benak kita bagaimana supaya tidak dimarahi guru karena tidak mengerjakan PR, bukan???? Momok yang paling heboh lagi kalu PRnya Matematika , Bahasa Inggris apalagi IPA atau Fisika kan?!. Mau tau ga cara terbaik untuk membuat sesuatu menjadi indah and Enjoy. Ada metode yang lebih membuat kita nyaman untuk belajar dengan tenang dan senang yaitu dengan dengan memanfaatkan kekuatan yang ada dalam diri kita yaitu OTAK Kanan. MIND Map atau peta pikiranlah yang merupakan suatu formula yang ditemukan oleh om Tony Buzan dalam memberikan solusi apa dan bagaimana kita dapat menyelesaikan PR atau pekerjaan lainnya and bahkan membuat suatu metode belajar yang praktis dengan hanya butuh waktu yang tidak begitu lama untuk memahami suatu pelajaran. Mungkin anda termasuk dalam penggemar film kartun………kayak DORA, pasti tau semua kan?. Setiap kali dora bereaksi entah itu judulnya apa aja pasti yang pertama dilakukan adalah mencari PETA , bukan???!  kanapa begitu and kenapa begini….inilah salah satu cara agar dora tidak tersesat ketika mencari atau ingin mencapai suatu target tertentu.

Dengan contoh di atas marilah kita coba untuk merenungkan seandainya kita ketika belajar harus juga melengkapi perangkat peta agar agar tidak tersesat tooooo…..pace n mace (sory nanti lagi yeee alias   to be continued )

Posted by: amfab | February 3, 2008

WELCOME

Selamat Datang di Weblog saya semoga apa yang anda cari dapat memberikan inpirasi baru. Kata orang bijak ” Jalan Menuju Kebagahagiaan terletak pada dua prinsip sederhana: temukan apa yang menarik untuk anda dan dapat anda kerjakan dengan baik dan ketika menemukannya, kerahkan segenap juwa, setiap energi dan ambisi dan kemampuan alamiah yang anda miliki ke dalamnya (John D. Rockefeller III)

Categories